Kanker: Ancaman Global dan Peran Imun Tubuh NK Sel atau Natural Killer Cell

Kanker telah merenggut jutaan nyawa di seluruh dunia. Negara-negara maju seperti Amerika, Jerman, Inggris, Israel, Jepang, China, dan Taiwan telah menghabiskan ratusan triliun rupiah untuk riset dan pengembangan. Mereka meneliti asal-usul sel kanker….

REGENERATIVE STEM CELL

Kanker telah merenggut jutaan nyawa di seluruh dunia.

Negara-negara maju seperti Amerika, Jerman, Inggris, Israel, Jepang, China, dan Taiwan telah menghabiskan ratusan triliun rupiah untuk riset dan pengembangan. Mereka meneliti asal-usul sel kanker, pemicu kemunculannya, serta solusi untuk mengatasi sel ganas ini yang mampu merebut nyawa dengan cepat. Dunia medis menyebut kanker sebagai salah satu pembunuh terbesar karena sel kankernya beregenerasi diam-diam setiap detik, berkontribusi besar dalam menurunkan populasi bumi.

Kanker terjadi ketika sel abnormal berkembang biak tak terkendali di tubuh seseorang. Ini berawal dari sel baik yang bermutasi menjadi sel ganas.

Beberapa faktor pemicu kanker meliputi:

• Riwayat keturunan.

• Stres berlebih.

• Riwayat infeksi.

• Paparan lingkungan seperti asap pabrik, limbah industri, atau sinar matahari.

• Zat kimia seperti pestisida, kemasan plastik, pewarna, pengawet, dan formalin.

• Kelelahan ekstrem serta kurang tidur.

• Daya tahan imun tubuh yang rendah.

Memahami Natural Killer Cells: Perisai Alami Tubuh

Manusia tidak hanya memiliki sel kanker; Tuhan juga memberi perlindungan berupa sel Natural Killer (NK cells), bahkan pada bayi yang baru lahir. Namun, seiring usia dewasa dan penuaan alami, jumlah NK cells menurun secara wajar.

Penelitian Jepang menunjukkan kanker erat kaitannya dengan imunitas tubuh. Saat imun rendah, sel kanker berkembang kuat. Saat imun prima, sel kanker melemah, dan NK cells mampu mengontrol, meredam, serta membasmi sel kanker tersebut.

Ada tiga kategori NK cells utama:

1. Granulocyte: Melawan dan membasmi bakteri pada luka yang berpotensi terinfeksi.

2. Lymphocyte (termasuk Natural Killer, T cells, B cells): Bertugas berpatroli seperti prajurit, memantau dan membasmi sel abnormal serta kanker setiap hari. Produksinya terus berlanjut, tapi semakin lemah seiring waktu.

3. Monocyte: Melawan virus dan bakteri dari luar, serta berfungsi sebagai “pendidik” dengan menyajikan antigen di permukaan sel.

Menurut riset Jepang, level NK cells menurun mulai usia 40 tahun (bahkan berhenti diproduksi), dan turun drastis setelah usia 60 tahun. Penelitian juga menemukan NK cells rendah pada pasien kanker seperti pankreas, gastric, payudara, usus, paru, testis, hati, melanoma, thyroid, ovarium, leher, multiple myeloma, lymphoma, dan kulit.

NK Test: Deteksi Dini oleh Medeze

Dengan kemajuan teknologi medis, Medeze kini bisa mendeteksi skor parameter NK cells untuk mengukur kekuatan imun, kerentanan terhadap kanker, dan keamanan tubuh. Tes ini disebut Natural Killer Test (NK Test).

NK Test ideal untuk mengetahui skor imun, risiko kanker, dan tingkat keparahan sel kanker di tubuh. Medeze menggunakan metode canggih yang mendeteksi sel kanker di bawah 5 mm—ukuran yang tak terdeteksi MRI.

Siapa yang disarankan ikut NK Test?

1. Pasien dengan infeksi dan peradangan sering.

2. Individu terpapar bahan kimia secara langsung atau tidak langsung.

3. Penderita sindrom kronis.

4. Perokok aktif.

5. Orang sehat yang ingin cek skor imun.

6. Yang punya riwayat kanker vertikal di keluarga.

Hasil NK Test keluar dalam 7-10 hari, dibaca dalam tiga parameter:

1. Good: Aman, bebas risiko kanker.

2. Borderline: Berisiko kanker di masa depan atau gejala saat ini.

3. Very Bad: Zona kanker akut.